SPACE IKLAN 728x90 px

HUT Kolaka ke-54, Semua Etnis Menyatu Dalam Keragaman

Multi etnis di HUT Kolaka

Multi etnis di HUT Kolaka

KOLAKA, Media Sultra.com-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kolaka ke 54 tahun, Jumat (28/2) berlangsung semarak dan berbeda pada perayaan sebelumnya. Semua etnis (suku) yang ada di Kabupaten Kolaka tampil melakukan devile. Keragaman dan persatuan benar-benar terjadi pada perayaan HUT kali ini.

Pelaksanaan HUT dimulai dengan penampilan drum band MTsN Kolaka, dilanjutkan devile dari pasukan Kodim 1412 Kolaka, disusul kompi B 725 Woroagi, Polres Kolaka, Satpol PP, Nawakara, Karyawan Antam UBPN Sultra, PNS pakaian korpri, PNS pakaian keki, Organisasi pemuda, Mahasiswa USN Kolaka, Mahasiswa Akper Pemda Kolaka dan siswa SLTA.

Selanjutnya barisan yang menampilkan keragaman budaya dan etnispun ditampilkan kelompok kecamatan. Mereka menampilkan pakaian adat berbagai suku yang ada di Kolaka, baik itu Mekongga, Bugis, Makassar, Tator, Jawa, Madura dan lainnya, bahkan hasil pertanian merekapun ditampilkan. Barisan ini dimulai dari kecamatan Iwoimendaa, Wolo, Samaturu, Latambaga, Kolaka, Wundulako, Baula, Pomalaa, Tangetada, Polinggona, Watubangga dan Toari.

HUT Kabupaten Kolaka juga dihadiri Sri Paduka Datu Luwu ke 40 H. Andi Maradang Mackulau Opu Daeng Bau, Bupati Kolut Rusda Mahmud, tiga mantan Bupati Kolaka H. Andi Pangerang Umar, H. Adel Berty dan H. Buhari Matta. Turut hadir wakil ketua DPRD Provinsi Sabaruddin Labamba, Forum Komunikasi Daerah Provinsi Sultra dan Kolaka, para veteran, Kabid haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sultra H. Tamrin, ketua adat Mekongga Nur Saenab Lowa, tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya.

Melalui sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Kolaka yang dibaca Plt. Asisten I, Hasmito Dahlam memaparkan, terbentuknya kabupaten Kolaka dimulai dari terbentuknya kerajaan Mekongga diawali datangnya 2 orang bersaudara kandung mengendarai sarung sakti (toloa sarunga). Adapun susunan Raja-Raja Mekongga adalah Sangia Larumbalangi (Ramangi Langi Opu Patta Pulae), Sangia Lakonggu (Salinrung Langi Opu Datu Latte Parappa), Sangia Melanga, Sangia Lagaliso, Sangia Lamba Lambasa (Rumbalasa), Sangia Lombo-Lombo (Sabulombo), Sangia Teporambe (Sangia Nilulo), Sangia Ladumaa (Sangia Nibandera), Bokeo Lasakiri, Bokeo Lasipole, Bokeo Robe, Bokeo Mburi, Bokeo Bula, Bokeo Latambaga, Bokeo Indumo, Bokeo Guro dan Bokeo Puuwatu (Bokeo Hadi).

Pada bulan September 1959 terdengar pengumuman melalui RRI Makassar UU nomor 29 tahun 1959 tentang pembentukan daerah-daerah tingkat II di Sulawesi, dimana Kolaka menjadi salah satu kabupaten dari 37 kabupaten yang diumumkan. Dengan UU itu, ditetapkan pejabat sementara daerah tingkat II yaitu Wedana Abunawas sebagai kepala pemerintah negeri Kolaka. Kemudian keputusan Mendagri dan Otoda menetapkan pengangkatan Bupati kepala daerah tingkat II Kolaka yang pertama Yacob Silondae. Pelantikan dan pengambilan sumpahnya dilakukan Gubernur Sulawesi Andi Pangerang Pettarani atas nama Mendagri tanggal 29 Februari 1960 bertempat di gedung Nasional Kolaka. Pelantikan Bupati inilah ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Kolaka.

Bupati bersama Raja Luwu. Foto : Armin

Bupati bersama Raja Luwu. Foto : Armin

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei mengungkapkan, HUT Kabupaten Kolaka ke 54 merupakan momentum untuk merealisasikan perjuangan para pendahulu di bumi Mekongga, para perintis lahirnya Kolaka termasuk mantan Bupati Kolaka mulai dari H. Yacob Silondae, Mayor Purn. Lappase, Letkol M. Noer, H.Sangkala Manomang, H.Andi Pangerang Umar, H. Adel Berty, H. Buhari Matta bersama wakilnya Harun Rahim dan H. Amir Sahaka. Mereka adalah putra-putra terbaik dalam membangun Kolaka.

“Atas jasa-jasa mereka perlu diberikan apresiasi dan kita sebagai generasi wajib melanjutkan perjuangan mereka,” kata Safei.

Dikatakannya, sejak Kabupaten Kolaka berdiri berdasarkan UU nomor 29 tahun 1959, telah dilakukan dua kali pemekaran yakni Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) tahun 2003 dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tahun 2013. Diharapkan apa yang telah dicapai Kolut dapat dicapai Koltim. Pada kesempatan itu Ahmad Safei menyampaikan visinya dalam membangun Kolaka yakni mewujudkan Kolaka yang maju, berkeadilan dan sejahtera, dengan 9 program prioritas.

Sembilan prioritas tersebut adalah, meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan nilai-nilai agama serta budaya, pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat, perbaikan struktur ekonomi rakyat di sektor pertanian, perikanan maupun kegiatan usaha menengah kecil dan mikro, pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian dalam arti luas, perbaikan infrastruktur perhubungan jalan, jembatan dan pelabuhan, pembukaan dan menciptakan peluang kerja bagi 1.000 tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan kelistrikan sampai kepedesaan, penguatan pemerintahan lini depan ADD/ADK sebesar Rp 250 juta setiap tahun dan Rp 1 Milyar setiap kecamatan setiap tahun dan perbaikan pendapatan bagi PNS melalui pemenuhan tunjangan kinerja. (Ar)

Sebarkan Berita Ini

Google1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>